Laman

Info Sehat

Kamis, 24 Juni 2010

Aksi PDF untuk Bayi Prematur

Karena lahir terlalu cepat, maka organ-organ tubuh bayi prematur belum cukup matang untuk menjalankan fungsinya. Untuk itu bayi prematur perlu mendapatkan perlakuan khusus, baik di rumah sakit atau di rumah setelah ia boleh di bawa pulang.

Di rumah sakit, bayi prematur dirawat di dalam inkubator untuk menjaga kestabilan suhu tubuhnya karena mereka rentan mengalami hipotermia. "Mereka sangat rentan pada suhu dingin karena belum ada lemak dalam kulitnya," kata Dr.Gilberto R.Pereira, ahli perinatologi dari rumah sakit anak Pennsylvania, Amerika Serikat dalam peluncuran kampanye Peduli Bayi Prematur yang diadakan oleh Wyeth di Jakarta, Kamis (24/6).

Bayi prematur yang telah mencapai berat badan minimal 1800 gram, secara klinis stabil dan mampu menerima asupan nutrisi sudah boleh dibawa pulang. Akan tetapi orangtua perlu menyiapkan diri untuk merawat bayi prematur di rumah.

Dr.Djaja Nataatmadja, Medical Advisor, Clinic Trial Coordinator PT Wyeth Indonesia, mengatakan orangtua yang memiliki bayi prematur bisa melakukan langkah PDF untuk menjaga kondisi bayinya.

Langkah PDF yakni, Pastikan suhu tubuh bayi berada diantara 36,5 - 37,5 derajat celcius untuk menghindari hipotermia dan hipertermia dengan melakukan Kangaroo-care. Medote ini meniru cara kanguru menghangatkan badan anaknya. Caranya, bayi ditelanjangi dan hanya memakai popok serta penutup kepala. Bayi lalu dimasukkan ke dalam baju ibunya dan diletakkan di antara payudara ibu.

Prinsip metode kanguru adalah kulit bayi menempel pada kulit ibu agar bayi bisa mengambil panas dari tubuh ibunya. Metode ini dilakukan selama 24 jam, oleh sebab itu dibutuhkan "ibu pengganti" yang bisa dilakukan oleh ayah atau anggota keluarga lainnya.

Yang kedua adalah Disiplin dalam memberikan asupan makanan 8-10 kali sehari dengan nutrisi yang kaya akan protein, vitamin, mineral, AA, dan DHA. Literatur menyebutkan, pemberian susu tidak boleh terlalu banyak, hanya sekitar 10-30 cc per kilogram berat badan per hari. Penelitian menyebutkan, ASI merupakan makanan terbaik untuk bayi prematur. Bila bayi masih kesulitan mengisap, pemberian ASI bisa melalui pipet.

Terakhir adalah Fokus pada pemantauan frekuensi BAB dan BAK 4-6 kali per hari, sesuai dengan asupan yang diberikan. Meskipun bisa merawat sendiri, orangtua sebaiknya tetap rajin berkonsultasi dengan dokter selama merawat bayi prematur di rumah.

"Lewat kampanye ini, kami ingin meningkatkan kesadaran tentang risiko dan pentingnya penanganan yang tepat terhadap bayi prematur, salah satunya dengan metode PDF yang mudah diingat ini," kata dr.Djaja. [kompas]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar