Laman

Info Sehat

Kamis, 15 April 2010

Jika Pembuluh Darah Jantung Tersumbat


Ibarat pipa air, jika terlalu banyak kotoran menyangkut, saluran air akan tersumbat. Begitu pula pembuluh darah. "Kotoran" yang terlalu banyak dalam darah akan menyumbat pembuluh. Padahal, sama halnya dengan semua otot tubuh, jantung memerlukan oksigen dan zat gizi dari darah agar bisa tetap berfungsi.

Jantung mempunyai arteri sendiri yang disebut arteri koroner. Pembuluh darah khusus ini merupakan percabangan dari aorta yang berasal dari jantung. Arteri koroner kanan (right coronary artery) memasok darah ke bagian bawah dan belakang jantung. Arteri koroner kiri (left main) memasok bagian atas, depan, dan samping kiri serta daerah belakang jantung.

Gangguan jantung akibat tersumbatnya pembuluh darah disebut penyakit jantung koroner atau penyakit arteri koroner alias penyakit jantung iskemik. Nama lain adalah aterosklerosis koroner.

Semua nama itu menunjuk satu pengertian: kelebihan lemak yang menyebabkan pembuluh darah sekitar jantung secara bertahap menyempit dan mengeras sehingga jantung kekurangan pasokan darah yang kaya oksigen.

Menurut penjelasan Dr dr Muhammad Munawar, SpJP (K), penyempitan pada arteri koroner kiri (left main) merupakan kasus penyakit jantung koroner yang paling berbahaya.

"Bila pembuluh di bagian ini menyempit, maka hampir dua pertiga bagian jantung tidak mendapat oksigen sehingga pasokan darah ke jantung berkurang. Akibatnya bisa fatal, yakni kematian," katanya.

Gejala yang umum dari penyempitan left main adalah nyeri dada saat beraktivitas dan nyerinya berkurang bila beristirahat. "Rasa nyerinya itu on-off. Kadang nyeri juga menjalar ke lengan, punggung, rahang, atau ulu hati," papar dr Munawar dalam acara media briefing "Kasus Penyempitan pada Left Main" di RS Khusus Jantung Binawaluya, Pasar Rebo, Jakarta, Kamis (15/4/2010).

Penyempitan pada left main, tambah dr Munawar, berisiko tinggi terjadi penyumbatan total. "Bila terjadi sumbatan total atau dalam bahasa awal disebut serangan jantung, bisa menyebabkan kematian mendadak. Itu sebabnya harus dilakukan tindakan segera pada pasien serangan jantung," papar dokter yang juga anggota staf dokter kepresidenan ini. [kompas.com]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar